Materi Pelatihan Pengembangan Tempat Uji Kompetensi

Materi Pelatihan Pengembangan Tempat Uji Kompetensi (TUK)

 

SASARAN DAN OUTPUT  PELATIHAN PENGEMBANGAN TUK;

Setelah selesai mengikuti pelatihan ini Peserta mampu :

1.      Menjelaskan proses lisensi dan  sertifikasi kompetensi kerja

2.      Mengerti persyaratan menjadi tempat uji kompetensi  sesuai pedoman BNSP 206 :2007

3.      Mengerti  tentang sistem manajemen mutu tempat uji kompetensi

4.      Mengidentifikasi SOP (Prosedur dan instruksi kerja), formulir dan dokumen pendukung lainnya

5.      Membuat dokumen mutu tempat uji kompetensi

Materi Pelatihan:

·         Proses Lisensi dan sertifikasi

·         Pengenalan TUK

·         PBNSP 206

·         SOP beserta formulir dan dokumen pendukung lainnya

·         Dokumen Mutu TUK

Materi Pelatihan Penerapan dan Dokumentasi Sistim Manajemen Mutu LSP

Materi Pelatihan Penerapan dan Dokumentasi Sistem Manajemen Mutu LSP

 

No

 

UNIT PEMBELAJARAN

 

TUJUAN PEMBELAJARAN

 

KRITERIA PENCAPAIAN PEMAHAMAN

 

 

BAHAN AJAR

(LEARNING MATERIAL)

 1

Mengenali dan memahami sistem pengelolaan (management) mutu lembaga sertifikasi profesi atau personil (LSP)

Mengenali sistem lisensi dan sertifikasi kompetensi yang diterapkan BNSP

Sistem lisensi dan sertifikasi kompetensi yang dikembangkan dan diterapkan BNSP dikenali

LM1:

Mengenali Sistem Lisensi dan Sertifikasi Kompetensi

 

LM2:

Mengenali Persyaratan Pendirian LSP

 

LM3:

Mengenali Persyaratan Sistem Manajemen Mutu LSP

 

LM5:

Mengenali Standar Kompetensi & Skema Sertifikasi

 

 

 

 

Mengenali dan memahami persyaratan dasar pendirian LSP

Persyaratan dasar pendirian LSP dikenali dan dipahami, mencakup:

     Persyaratan dan tata cara pembentukan LSP

     Kedudukan, fungsi, tugas dan wewenang LSP

 

 

Mengenali dan memahami persyaratan sistem pengelolaan mutu LSP

Persyaratan sistem manajemen mutu untuk LSP dikenali dan dipahami, mencakup:

     Ruang lingkup

     Acuan normatif

     Istilah & batasan penting

     Persyaratan umum LSP

     Persyaratan untuk personil permanen dan kontrak LSP

     Proses sertifikasi

 

 

Mengenali dasar-dasar pengembangan standar kompetensi kerja dan skema sertifikasi

 

Dasar-dasar pengembangan standar kompetensi kerja dan skema sertifikasi dikenali

 

 

 

 

 

 2

Mengembangkan dokumen sistem manajemen mutu untuk LSP

Mengenali proses bisnis dan pemetaan tata kerja LSP

Proses bisnis dan proses kerja LSP dikenali, mencakup:

     Proses penilaian (assessment) kompetensi

     Pengembangan skema sertifikasi

     Verifikasi tempat uji kompetensi

     Pemeliharaan sertifikasi

LM2, LM3, LM5 dan

 

LM4: Mengembangkan Dokumentasi Sistem Manajemen Mutu LSP

 

 

Mengembangkan Panduan Mutu

     Sistem dokumentasi Sistem Manajemen Mutu LSP ditetapkan

     Materi panduan mutu ditetapkan, mencakup: Komitmen Manajemen, profil LSP dan kebijakan manajemen mutu LSP.

 

 

Menyusun Tata Kerja Baku atau SOP

     Prosedur dan instruksi kerja yang harus dibuat dari panduan mutu dikenali

     Beberapa contoh tata keja baku atau SOP, yang mencakup prosedur dan instruksi kerja, dibuat dan disusun.

 

 

Menyusun formulir kerja dan mengenali dokumen pendukung

     Formulir kerja yang diperlukan untuk penerapan SOP dikenali

     Beberapa contoh formulir kerja dibuat dan disusun

     Dokumen pendukung untuk mengajukan lisensi dikenali dan dibuat daftarnya

 

 

 

 

 

 

 

 3

Mengembangkan rencana tindak lanjut penerapan sistem manajemen mutu LSP menuju Lisensi BNSP

Menyusun rencana pembentukan LSP

     Persyaratan LSP untuk mengajukan lisensi dikenali dan disusun daftarnya

     Tahapan menuju proses lisensi dikenali

     Jadwal kegiatan menuju LSP berlisensi disusun

LM2, LM3, LM4, LM5 dan

 

LM6:

Rencana Tindak Lanjut (menuju LSP berlisensi)  

 

 

 

 

 

 

 

Materi Pelatihan Asesor Lisensi

Materi Pelatihan Asesor Lisensi

NO

LEARNING UNIT

(UK)

LEARNING OUTCOME

(EK)

 

CRITERIA OF ACHIEVMENT

(KUK)

LEARNING MATERIAL

I

Mengenali Sistem ManajemenMutu LSP

Mengenali sistem lisensi dan sertifikasi kompetensi yang diterapkan BNSP

Sistem lisensi dan sertifikasi kompetensi yang dikembangkan dan diterapkan BNSP dikenali

LM1. SistemLisensi dan Sertifikasi Profesi

 

 

Mengenali persyaratan dasar pendirian LSP

Persyaratan dasar pendirian LSP dikenali dan dipahami, mencakup:

     Persyaratan dan tata cara pembentukan LSP

     Kedudukan, fungsi, tugas dan wewenang LSP

LM2. Persyaratan dasar Pembentuk-an LSP berdasar-kan PBNSP 202.

 

 

 

Mengenali persyaratan Sistem Manaje-men  Mutu LSP

Persyaratan sistem manajemen mutu untuk LSP dikenali dan dipahami, mencakup:

     Ruang lingkup

     Acuan normatif

     Istilah & batasan penting

     Persyaratan umum LSP

     Persyaratan untuk personil permanen dan kontrak LSP

     Proses sertifikasi

LM3.  Persyaratan SMM-LSP  PBNSP 201

 

II

Mengembangkan dokumen sistem manajemen mutu untuk LSP

Mengenali proses bisnis dan pemetaan tata kerja LSP

Proses bisnis dan proses kerja LSP dikenali, mencakup:

     Proses penilaian (assessment) kompetensi

     Pengembangan skema sertifikasi

     Verifikasi tempat uji kompetensi

     Pemeliharaan sertifikasi

 LM4:

Mengembangkan Dokumentasi SMM LSP

III

Mengelola Program Asesmen

Menetapkan program asesmen

·      Tujuan program asesmen ditetapkan berdasarkan komitmen, visi, misi manajemen

·     Cakupan program asesmen ditetapkan sesuai dengan sistem manajemen dan program jaminan mutunya (ISO 17024)

·      tanggung jawab program asesmen ditetapkan sesuai dengan ISO 19011: 5.3.1

·      sumber daya program asesmen diidentifikasi sesuai ISO 19011: 5.3.2.

·      Prosedur program asesmen telah diidentifikasi sesuai ISO 19011: 5.3.3.

.

LM4. Teknik asesmen sesuai SNI/ISO 19011

 

 

Menerapkan program asesmen

·     evaluasi asesor yang akan ditugasi dilaksanakan.

·     penugasan tim dilakukan berdasarkan daftar asesor yang telah dievaluasi.

·     Pengarahkan dilakukan kepada tim asesor

·     kegiatan asesmen diidentifikasi sesuai dengan program asesmen.

·     Perekaman dilakukan untuk setiap kegiatan audit, hasil tinjauan program asesmen, dan personil asesmen.

LM4. Teknik asesmen sesuai SNI/ISO 19011

 

 

 

 

Memantau  dan meninjau program asesmen

·     Kemampuan tim audit utk menerapkan rencana asesmen diidentifikasi

·     Kesesuaian penerapan dengan program dan jadwal asesmen diidentifikasi

·     peluang untuk perbaikan melalui umpan balik dari klien asesmen, asesi dan asesor diidentifikasi

LM4. Teknik asesmen sesuai SNI/ISO 19011

 

 

IV

Melaksanakan asesmen

Inisiasi asesmen

·      Surat penunjukkan team leader diidentifikasi.

·      tujuan, lingkup dan kriteria  Asesmen ditetapkan.

·      fisibilitas asesmen ditetapkan

·      tim asesmen terbentuk

·      kontak dengan asesidilakukan

LM5. Teknik asesmen sesuai SNI/ISO 19011

 

 

Melaksanakan tinjauan dokumen

·      Tinjauan dokumen sistem manajemen  yang sesuai, termasuk rekaman, dan penentuan kecukupannya terhadap kriteria asesmen dilakukan

LM5. Teknik asesmen sesuai SNI/ISO 19011

 

 

Mempersiapkan untuk asesmen lapang.

·      Rencana asesmen disiapkan

·      Penugasan tim asesor telah dibuat

·      Dokumen kerja disiapkan

LM5. Teknik asesmen sesuai SNI/ISO 19011

 

 

Melaksanakan untuk asesmen lapang.

·      Rapat pembukaan dilakukan sesuai dengan ISO 19011

·      Komunikasi selama asesmen dilakukan dengan tim asesor

·      Peran dan tanggung jawab pemandu dan pengamat ditetapkan

·      Pengumpulan dan verifikasi informasi dilakukan

·      Perumusan temuan asesmen sesuai dengan PLOR

·      Kesimpulan asesmen berupa LKS, ringkasan LKS dan permintaan rencana tindakan koreksi (CAR=Corrective Action Request) diidentifikasi.

·      Rapat penutupan dilakukan sesuai ISO 19011

LM5. Teknik asesmen sesuai SNI/ISO 19011

 

 

 

 

Menyiapkan, mengesahkan dan menyampaikan laporan asesmen

·      Penyiapan laporan asesmen dilakukan sesuai dengan formulir yang telah ditetapkan pemberi tugas.

·      Pengesahan dan penyampaian laporan asesmen dilakukan pada saat penutupan asesmen

LM5. Teknik asesmen sesuai SNI/ISO 19011

 

 

Menyelesaikan asesmen

·      Seluruh rencana asesmen telah dilaksanakan dan laporan asesmen yang disyahkan telah didistribusikan.

LM5. Teknik asesmen sesuai SNI/ISO 19011

 

 

Melaksanakan tindak lanjut

·      Verifikasi tindakan koreksi diidentifikasi.

·      Status tindakan koreksi diidentifikasi

LM4. Teknik asesmen sesuai SNI/ISO 19011

v

Mengenali Persyaratan TUK

Mengenali persyaratan Sistem Manaje-men  Mutu TUK

Persyaratan sistem manajemen mutu untuk TUK dikenali, mencakupi:

     Ruang lingkup

     Acuan normatif

     Istilah & batasan penting

     Persyaratan TUK

     Persyaratan untuk personil permanen dan kontrak TUK

     Proses sertifikasi di TUK

LM6. Mengenali Persyaratan TUK

VI

Mengenali Kriteria dan Registrasi Asesor Lisensi

 

Kriteria dan persyaratan  registrasi Asesor Lisensi dikenali, mencakupi:

     Ruang lingkup

     Acuan normatif

     Istilah & batasan penting

     Kriteria Asesor Kepala, Asesor dan Calon Asesor Lisesni

     Pendaftaran Asesor Lisensi

     Pemanfaatan Asesor Lisensi

     Kode Etik Asesor Lisensi.

LM 7 Kriteria & Registrasi Asesor Lisensi Bnsp 204 - 2007

Materi Pelatihan Asesor Kompetensi

Pelatihan Asesor bertujuan agar peserta mampu :

1.    Memahami konsep Pelatihan Berbasis Kompetensi

2.    Mengembangkan pengetahuan tentang pelaksanaan Asesmen

3.    Merancang perangkat uji kompetensi berdasarkan standar kompetensi tertentu dan prinsip Asesmen

4.    Melaksanakan Asesmen

5.    Melaporkan hasil Asesmen

 

 Unit kompetensi yang harus dicapai dalam pelatihan ini adalah :

1.        Merencanakan Asesmen

2.        Melaksanakan Asesmen

3.        Mengkaji ulang Asesmen

 

Lingkup Materi antara lain :

1.    Konsep dan pengertian pelatihan berbasis kompetensi

2.    Regulasi

3.    Standar Kompetensi

3.1   Pengertian Standar

3.2   Pengertian Standar Kompetensi

3.3   Pemetaan Standar Kompetensi

3.4   Format Standar Kompetensi

4.    Standar Latih Kompetensi

4.1        Pengertian Standar Latih Kompetensi

4.2        Format Standar Latih Kompetensi

5.    Metodologi Asesmen Berbasis Kompetensi

5.1        Peranan Asesor

5.2        Merencanakan Asesmen Berbasis Kompetensi

5.2.1    Pengertian Asesmen

5.2.2    Tujuan, Metoda, Jenis Asesmen

5.2.3    Prinsip, proses Asesmen

5.2.4    Tahapan Asesmen

5.2.5    Merancang dokumen Asesmen

-            Memilih unit Kompetensi

-            Membuat matriks pengujian

-            Bank Pertanyaan

-            Cek list observasi unjuk kerja

-            Cek list pengumpulan bukti

-            Konsultasi pra uji

-            Teknik memberikan umpan balik

-            Teknik membuat keputusan Asesmen

-            Praktik pembuatan soal (tulis, lisan, observasi)

-            Simulasi Asesmen dan monitoring, Role Play dan kuis

5.3        Menyelenggarakan Asesmen

5.3.1  Menyelenggarakan Asesmen ditempat pelatihan Asesor

5.3.2  Menyelenggarakan Asesmen secara mandiri di lapangan/industri terkait

5.4   Pembuatan Laporan Asesmen

6.    Monitoring Sertifikasi Kompetensi

6.1        Tujuan dan Manfaat Monitoring Sertifikasi Kompetensi

6.2        Prosedur dan Format Monitoring Sertifikasi Kompetensi

7.    Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI)

7.1        Pengertian dan tujuan KKNI

7.2        Kegunaan KKNI

7.3        Perumusan KKNI

7.4        Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia